Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Sunday, March 3, 2013

Flashback

Malam ini aku termanggu
memutar kembali layar lebar dalam benakku
seperti membuka album lama berselimut debu
lucu...
bahwasannya belum setahun berlalu
Tapi benar itu mengingatkanku
pada kali pertama kita bersua waktu itu
bukan kebetulan aku bertemu denganmu
setelah lama aku terbelenggu penantianku

dan entah sejak kapan dan bagaimana
kamu tahu-tahu sudah masuk begitu saja
mengisi ruang kosong di sudut sana
sempat dalam sosokmu kudapati ada dirinya
kini kusadari kamu memang berbeda
namun masih sering kudapati diriku bertanya
layak kah perasaanku padamu ini disebut cinta?
apa mungkin aku hanya sedang mencoba menyembuhkan luka?
sebab bukan sebentar aku bergelung dalam lara
dan kini kamu muncul bagai setetes air di dahsyatnya dahaga
bolehkah aku terlena?

hampir setiap hari memandangimu di kejauhan
membuat dilema ini semakin bersarang menyulut penasaran
apakah kamu melihatku seperti kumelihatmu?
tapi tak sedikitpun aku tahu
bahkan tentang siapa kamu...
aku masih terlalu malu untuk mencari tahu
padahal irama hati ini sudah kian menggebu-gebu
saat kamu ada di dekatku
saat kamu berdiri di sampingku
bahkan saat tak sengaja kamu menggenggam tanganku
bersama kita melantunkan kenangan di senja itu
dan kali ini, egoku sudah tak mau tahu

Percayakah kamu jika kukatakan betapa girangnya aku 
kali pertama kamu bicara padaku
tersenyum padaku
bercanda dan tertawa bersamaku
dan malam itu...
betapa aku tak ragu-ragu memintamu
sejenak aku ragu akan kewarasanku
tapi tak pula kuhiraukan malu yang memburu
aku terlanjur mencintai sosokmu di potret itu
yang tak pernah membuatku jemu

dan tak bisa kupercaya bagaimana kisah ini begitu cepat terjadi
rasanya seperti mimpi yang membuatku enggan bangun kembali
kamu disini, kumiliki...
seolah kutemukan apa yang selama ini kucari-cari
yang berharga dan tak kan pernah kulepaskan lagi
kamu sudah memiliki hati ini tanpa bisa kuingkari
jadi kumohon jangan pernah beranjak dari sini
sebab ku tlah lelah berlari
dan di pelukanmulah aku ingin berhenti.

Friday, March 1, 2013

Menujumu


Ada getaran cinta membuncah di dadaku
Melebur jadi satu
Dalam simfoni lagu rindu pengusir sendu
Hadirkan romansa di setiap mimpi indahku.

Tahukah kamu?
Di sana ada namamu.

Ada kamu mengisi ruang sunyi itu
Seolah menemukan akhir dari penantianku
Entah hanya inginku atau memang begitu?
Biarkan mengalir bersama waktu
Hingga jelas bagiku jalan itu
Menggariskan langkahku menujumu.

Wednesday, February 27, 2013

Aku dan Kamu


Aku merindu, katamu
Bagai bulan kesepian tanpa bintang
Termanggu di balik awan malam
Menanti jawaban
Dan kuterdiam
Memaki separuh sukma
Yang masih memeluk bimbang
Rasaku padamu
Kini apa namanya?

Kuingin dirimu, katamu
Menghujam akal sehatku
Di antara memoir luka yang kau cipta
Dalam, menganga
Tersisa janji seusai kepedihanku
Ku tak kan pernah mencinta
Tak lagi menggenggam erat asa
Tentang dirimu
Seperti dulu.

Bagaimana bisa, tanyaku
Saat takdir berkata aku bersamanya
Menguburmu di angan-angan
Biar menghilang
Dan kau terdiam
Mengutuk bagian dirimu
Yang selalu saja takut dan meragu
Hingga nanti
Tak kan ada ‘Kita’

Sampai jumpa, kataku
Mengiris hati ini sekali lagi
Ampuni aku yang tak bisa mencintaimu
Remukan mimpimu
Dan kuterdiam
Ingin merengkuhmu terakhir kali
Memuaskan ego, melupakan fakta
Aku bukan untukmu
Selamanya.

Friday, February 22, 2013

Dikala Cinta


Selamat pagi...
Sang Cinta menyapa
Mengiringi hari ini dalam rhapsodi
Mengukir kisah demi kisah tawa dan air mata
Mempertemukan kembali apa yang pernah hilang
Menyatukan keping-keping memori dalam kenangan
Menyembuhkan luka
Menumbuhkan asa
Di dalam sukma.

Selamat siang...
Sang Cinta berbisik
Bagai angin di musim tenang
Menembus sanubari yang tergelitik
Menghangatkan yang telah beku
Bisu ditenggelamkan masa lalu
Membangkitkan hasrat dalam rindu
Merengkuhku
Tanpa pernah jemu.

Selamat malam...
Sang Cinta kembali
Menuturkan perjalanannya sebelum senja
Menyalakan irama hati yang sempat berhenti
Usah ragu datang menghampiri diri
Esok ku kan berlari menyapa mentari
Melupakan bayangan yang telah pergi
Mencintai apa yang ada di sini
Sekali lagi.